sejak tadi aku disini, dengan semua atributku. aku, nafas ini, rasa ini, mata ini, kaki, tangan dan kepala yang berisi otak yang telah terluka. kepala itu lengkap dengan tumornya dan payudara tetap serasi dengan kankernya, stadium 4. serta senyum ceriaku yang tak ernah kutinggal dilemari kosanku.
aku ingin membagi kisahku di layar ini, bahwa sebenarnya aku sepi, hatiku sendiri, menangis dan sedikit tertawa. kalau senyum, kadang-kadang saja.
tau ga? bagaimana rasanya ketika mereka hadir melengkapi hidupmu. kebayang ga? saat kaki, tangan,dan matamu tak mau menuruti perintah otakmu.
entahlah, seperti apa dia harus diperintah. agar mata dapat jelas melihat, kaki mau berjalan dan tangan bisa mengetik seperti biasa.
Tangan, kaki, dan mata yang kusayang..
ayolah, kalian tak ingin melihat bibirku terus mewek kan?
sadarku:
apapun dan bagaimanapun aku sekarang, aku haru menerima. karena sekarang mereka adalah bagian dari diriku. seperti itu adanya aku. Mungkin berbeda dengan yang lain, berbeda denganmu dan mereka. Tapi aku, seperti inilah normalku. bukankah itu bisa membuatku semakin unik?
aku selalu mencoba mencari hal postif dari apa yang aku alami, apa yang ada dalam diriku, anggota tubuh lain yang mungkin berbeda. Apa yang diberi dan diambil oleh-Nya.
aku Hindayani, yang kini juga harus menerima Leukimia akut Kukuh Prayagi, adikku.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar